·
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji
Kami panjatkan hanya pada Allat SWT atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya
sehingga Kami dapat menyelesaikan bahan ajar ini tepat pada waktunya. Sesuai
dengan tuntutan
kurikulum SMK edisi 2017, di mana dalam setiap pembelajaran diharapkan
disampaikan dengan sebaik mungkin. Salah satu diantaranya adalah dengan
pembuatan bahan ajar. Bahan ajar ini adalah salah satu dari sekian bahan ajar
yang dibuat dalam rangka pembelajaran untuk mencapai kompetensi-kompetensi pada
program keahlian Akuntansi. Bahan ajar ini berjudul ”Menghitung
mutasi dana kas kecil ”, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
para fasilitator bidang Akuntansi.
Dengan adannya bahan ajar ini diharapkan siswa dapat
belajar lebih mudah untuk bidang mengelola dana kas kecil, dan fasilitator/guru
dapat dengan mudah menyampaikannya kepada siswa.
Penulis sangat berharap masukan dan saran yang
bersifat membangun dari semua pihak yang membaca dan menggunakan modul ini
untuk kebaikan di masa mendatang. Kiranya modul ini dapat berguna bagi semua
pihak, dan selamat belajar.
Pekanbaru,14
Januari 2017
Kelompok
2
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Deskripsi
Bahan ajar ini berjudul ”Menghitung
mutasi dana kas kecil ”,
di mana ruang lingkupnya adalah memproses dokumen dana kas kecil,
mengidentifikasi mutasi dana kas kecil, mencatat mutasi dana kas kecil ke buku
kasir dan menyusun laporan mutasi dana kas kecil.
Bahan ajar ini berkaitan dengan bahan ajar-bahan ajar
sebelumnya, yaitu memproses dokumen dana kas Bank, Mengelola Bukti Transaksi,
mengelola jurnal, mengelola buku besar.
Hasil belajar yang diharapkan adalah, peserta didik mampu
memproses dokumen dana kas kecil mulai dari pembentukan, pengisian kembali
sampai dengan penyusunan laporan.
Manfaat penguasaan bahan ajar ini di dunia kerja, mampu
menjadi teknisi akuntansi yang menangani penerimaan dan pengeluaran uang yang
tidak dilakukan dengan menggunakan cek, serta dapat menyusun laporannya.
A.
Prasyarat
Sebelum
mempelajari bahan ajar ini, peserta didik sudah harus menguasai bahan ajar
sebelumnya, yaitu memproses dokumen dana kas Bank. Kemudian sudah adanya
Standar Operasi Prosedur (SOP) untuk pengelolaan administrasi dan kas kecil.
Mampu mengoperasikan peralatan manual dan komputer. Menguasai etika komunikasi
secara lisan dan tulisan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
B.
Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar
Penjelasan bagi siswa:
-
Bacalah
dengan cermat rumusan tujuan akhir dari kegiatan belajar ini yang memuat:
a.
Kinerja
yang diharapkan
b.
Kriteria
Keberhasilan
c.
Kondisi
yang diberikan dalam rangka membentuk kompetensi kerja yang akan dicapai
melalui bahan ajar ini.
-
Bacalah
dengan cermat dan pahami dengan baik daftar pertanyaan pada ”cek kemampuan”
sebagai pengukur kompetensi yang harus dikuasai.
-
Diskusikan
dengan sesama peserta diklat apa yang Anda cermati untuk mendapatkan pemahaman
yang baik tentang tujuan belajar dan kompetensi yang ingin dicapai dalam bahan
ajar ini. Bila masih ragu, maka tanyalah pada instruktur sampai paham.
-
Bacalah
dengan cermat ”menghitung mutasi dana kas kecil , prasyarat dan pengertian dari istilah-istilah sulit dan
penting dalam modul ini”.
-
Bacalah
dengan cermat materi setiap kegiatan belajar, rencana kan kegiatan belajar,
kerjakan tugasnya dan jawablah pertanyaan test kemudian cocokkan dengan kunci
jawaban. Lakukan kegiatan ini sampai tuntas mengasai hasil yang diharapkan.
-
Bila
dalam proses pemahaman materi Anda mendapatkan kesulitan, maka diskusikan
dengan teman-teman Anda/konsultasikan ke Instruktur.
-
Setelah
Anda menuntaskan semua kegiatan belajar dalam modul ini, Anda boleh melanjutkan
ke modul berikutnya.
-
Anda
tidak dibenarkan melanjutkan ke kegiatan belajar berikutnya bila belum
menguasai secara tuntas materi pada kegiatan belajar sebelumnya.
-
Setelah
semua modul untuk mencapai satu kompetensi telah tuntas dipelajari, maka
ajukanlah uji kompetensi dan sertifikasi.
Peran
Guru/Fasilitator/Instruktur:
-
Membantu
peserta diklat merencanakan dalam kegiatan belajar
-
Membantu
peserta diklat memahami konsep, praktik baru dan menjawab pertanyaan-pertanyaan
siswa.
-
Membantu
peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang
diperlukan untuk belajar.
-
Mengorganisasikan
Kegiatan Belajar kelompok.
-
Mencatat
pencapaian kemajuan belajar siswa peserta diklat.
-
Melaksanakan
penugasan dan penilaian.
-
Memberi
penjelasan kepada peserta diklat mengenai bagian yang perlu untuk dibenahi dan
merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya.
B. Tujuan
Akhir
Setelah berakhir mempelajari
bahan ajar ini peserta diklat diharapkan mampu menguasai:
-
Mempersiapkan
pengelolaan administrasi dan kas kecil
-
Menghitung
Mutasi dana Kas Kecil
-
Menghitung
selisih dana kas kecil
-
Mengisi
dana kas kecil
-
Mencatat
mutasi dan selisih dana kas kecil
BAB II
ISI
Menghitung Mutasi
Kas Bank
a. Mutasi
Kas Bank
Bertambah
dan berkurangnya kas disebabkan transaksi penerimaan ataupun pengeluaran kas
yang terjadi pada perusahaan. Transaksi-transaksi tersebut, misalnya :
|
Penerimaan Kas (Kas Bertambah)
|
Pengeluaran Kas (Kas Berkurang)
|
|
Setoran modal
|
Pengambilan pribadi
|
|
Penjualan tunai
|
Pembelian tunai
|
|
Penerimaan piutang
|
Pembayaran hutang
|
|
Pinjaman uang
|
Bunga pinjaman
|
|
Bunga simpanan
|
Beban adminitrasi bank
|
|
Penerimaan lainnya
|
Pengeluaran lainnya
|
b. Dokumen
Mutasi Kas Bank
Setiap
transaksi yang terjadi harus dibuatkan dokumen transaksi sebagi dasar yang
digunakan untuk melakukan pencatatan. Dokumen transaksi mutasi kas bank sebagai
berikut :
Dokumen penerimaan kas
Dokumen sumber pencatatan dan dokumen pendukung sahnya suatu transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas, antara lain :
Dokumen sumber pencatatan dan dokumen pendukung sahnya suatu transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas, antara lain :
· Bukti
Kas Masuk / Kuitansi
· Faktur
(Nota) Penjualan Tunai
· Pita
Register Kas
· Daftar
Surat Pemberitahuan (DSP)
· Surat
Pemberitahuan (SP)
· Memo
(Nota) kredit bank
· Bukti
Setor Bank
Dokumen pengeluaran kas
Dokumen sumber pencatatan dan
dokumen pendukung sahnya suatu transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran
kas, antara lain :
· Bukti
Kas Keluar / Kuitansi
· Faktur
(Nota) Pembelian Tunai
· Faktur
Pembelian Kredit
· Bukti
Penerimaan Barang
· Bukti
Permintaan Cek
· Permintaan
Pengisian Kas Kecil
· Bukti
Pengeluaran Kas Kecil
· Surat
Permintaan Pengeluaran Kas Kecil
PENCATATAN MUTASI KAS BANK
Mutasi kas
terjadi karena adanya penerimaan dan pengeluaran kas. Transaksi penerimaan kas
akan dicatat dalam Jurnal Penerimaan Kas, dan transaksi pengeluaran kas akan dicatat
dalam Jurnal Pengeluaran Kas. Kedua jurnal tersebut secara periodik diposting
kedalam buku besar sehingga akan diketahui saldo kas perusahaan. Sebagai
gambaran mutasi kas dapat dilihat dalam contoh berikut ini.
Contoh:
Saldo Kas Bank UD. Pujasari pada tanggal 1 Desember 2007 sebesar Rp 105.000.000,00. Pencatatan mutasi kas yang terjadi selama bulan Desember 2007 nampak dalam Jurnal Kas Masuk, Jurnal Kas Keluar dan Buku Besar Kas Bank di bawah ini.
Saldo Kas Bank UD. Pujasari pada tanggal 1 Desember 2007 sebesar Rp 105.000.000,00. Pencatatan mutasi kas yang terjadi selama bulan Desember 2007 nampak dalam Jurnal Kas Masuk, Jurnal Kas Keluar dan Buku Besar Kas Bank di bawah ini.
Transaksi
mutasi kas yang tejadi selama bulan Desember 2007 sebagai berikut :
|
01-Des-07
|
Diterima pembayaran dari Toko Nusantara atas faktur
no 207 senilai Rp 50.8000.000,00 dengan BKM 402 dan slip setor bank no 203.
|
|
02-Des-07
|
Dibayar hutang lepada Toko Samudra atas faktur no
112 senilai Rp 41.500.000,00 dengan mendapat potongan Rp 830.000,00. Dibayar
dengan cek no 374.
|
|
03-Des-07
|
Diterima pembayaran dari Toko Harum atas faktur no
210 senilai Rp 48.700.000,00 dengan mendapat potongan Rp 487.000,00. BKM 403
dan slip setor bank no 204.
|
|
04-Des-07
|
Dibayar biaya angkut penjualan Rp 800.000,00 kepada
PO. SBN. BKK no 427 Cek no 375.
|
|
05-Des-07
|
Diterima pembayaran dari UD. Makmur atas faktur no
211 senilai Rp 62.400.000,00. BKM 403 dan slip setor bank no 204.
|
|
06-Des-07
|
Dibayar hutang lepada Toko Merdeka atas faktur no
1284 senilai Rp 38.700.000,00. Dibayar dengan cek no 376.
|
|
08-Des-07
|
Dibayar hutang lepada UD. Arta Buana atas faktur no
222 senilai Rp 24.175.000,00 dengan mendapat potongan Rp 483.500,00. Dibayar
dengan cek no 377.
|
|
09-Des-07
|
Dibayar biaya angkut penjualan Rp 700.000,00 kepada
PO. SBN. BKK no 430 Cek no 378.
|
|
10-Des-07
|
Diterima pembayaran dari Toko Harum atas faktur no
233 senilai Rp 75.500.000,00 dengan mendapat potongan Rp 755.000,00. BKM 405
dan slip setor bank no 206.
|
|
11-Des-07
|
Diterima pembayaran dari Toko Nusantara atas faktur
no 365 senilai Rp 112.500.000,00 dengan mendapat potongan Rp 1.125.000,00.
BKM 406 dan slip setor bank no 207.
|
|
11-Des-07
|
Diterima pembayaran dari UD. Makmur atas faktur no
444 senilai Rp 134.550.000,00 dengan mendapat potongan Rp 1.345.500,00. BKM
407 dan slip setor bank no 208.
|
|
12-Des-07
|
Dibayar hutang lepada PD. Rajawali atas faktur no
994 senilai Rp 19.625.000,00. Dibayar dengan cek no 379.
|
|
15-Des-07
|
Dibayar hutang lepada Toko Samudra atas faktur no
312 senilai Rp 300.400.000,00. Dibayar dengan cek no 380.
|
|
16-Des-07
|
Diterima dari hasil penjualan tunai sebesar Rp
11.250.000,00. BKM no.408, slip setor bank 209.
|
|
19-Des-07
|
Dibayar biaya telpon Rp 670.000,00. BKK no 433, Cek
no 381.
|
|
22-Des-07
|
Diterima pembayaran dari Toko Nusantara atas faktur
no 398 senilai Rp 67.750.000,00. BKM 409 dan slip setor bank no 210.
|
|
27-Des-07
|
Kas kecil diisi kembali Rp 1.309.000,00 untuk
pengeluaran : Biaya perlengkapan Rp 290.000,00, Biaya operasi kendaraan Rp
262.000,00, Biaya umum usa Rp 287.000,00, Biaya iklan Rp 320.000,00, Biaya
air dan listrik Rp 150.000,00
BUKU
JURNAL PENERIMAAN KAS
BUKU
JURNAL PENGELUARAN KAS
|
PENYUSUNAN REKONSILIASI BANK
|
Sebagaimana
telah disampaikan di muka, bahwa dalam upaya pengawasan kas, maka setiap
penerimaan kas langsung disetor ke bank dan setiap pengeluaran kas dilakukan
dengan mengguna kan cek. Dengan demikian kas perusahaan akan tersimpan di
bank, kecuali dana kas kecil yang disediakan untuk pengeluaran-pengeluaran
yang relatif kecil. Melihat seperti itu, maka saldo Kas Bank diperusahaan
menunjukan jumlah uang perusahaan yang ada di bank dalam bentuk rekening giro
(demand deposit). Pihak bank juga mempunyai catatan mengenai hutang rekening
koran dengan tiap nasabahnya. Sebagi pertanggung jawaban, pihak bank setiap
bulan akan mengirimkan laporan rekening koran kepada nasabahnya . Dalam
laporan rekening koran bank akan memuat saldo awal bulan, setoran perusahaan
bulan yang bersangkutan, pengambilan perusahaan bulan yang bersangkutan, dan
saldo akhir bulan. Saldo akhir rekening koran dalam catatan bank menunjukan
hutang bank kepada nasabahnya. Dengan demikian, perkiraan Kas Bank
diperusahaan dan perkiraan hutang rekening koran di bank merupakan perkiraan
timbal balik (resiprokal account) yang secara teoritis kedua perkiraan ini
akan selalu sama. Namun lain halnya dalam praktek ternyata kedua saldo
tersebut sering berbeda. Perbedaan kedua saldo tersebut pada hakekatnya
disebabkan karena adanya transaksi yang belum dicatat oleh salah satu pihak
atau karena adanya kesalahan dalam melakukan pencatatan baik yang
terjadi dalam pembukuan perusahaan atau dalam pembukuan bank.
Rekonsiliasi
berarti menentukan hal-hal yang menimbulkan adanya perbedaan antara saldo
menurut laporan rekening koran bank dengan saldo menurut pembukuan
perusahaan. Setelah diketahui hal-hal yang menyebabkan perbedaan tersebut,
maka dapat ditentukan saldo kas yang benar. Untuk menemukan hal-hal yang
menyebabkan perbedaan, pihak perusahaan dapat membandingkan antara catatan
perusahaan dengan laporan rekening koran yang diterima dari bank. Catatan
perusahaan yang dapat digunakan untuk mencari perbedaan kas, adalah jurnal
penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas (register cek).
Bentuk Rekonsiliasi Bank
Ada beberapa cara penyusunan rekonsiliasi bank, salah satunya yaitu Rekonsiliasi saldo menurut bank dan saldo menurut perusahaan kearah saldo yang benar. Sedangkan leporan rekonsiliasi bank dapat disusu dalam bentuk :
Prosedur Rekonsiliasi Bank
Setelah
menerima Rekening Koran dari bank, pihak perusahaan akan membandingkan saldo
kas bank menurut peusahaan dengan menurut rekening koran bank. Jika terdapat
perbedaan, perusahaan harus segera menyampaikan laporan rekonsiliasi bank
kepada bank yang bersangkutan dalam jangka waktu tertentu. Seandainya
perusahaan tidak menyampaikan laporan rekonsiliasi kepada bank, maka pihak bank
akan menganggap saldo menurut bank sudah benar.. Untuk itu, biasanya
perusahaan akan segera melakukan rekonsiliasi bank jika terdapat perbedaan
saldo dan dilakukan oleh petugas yang tidak terlibet dalam pengelolaan kas.
Langkah
selanjutnya setelah diketahui adanya perbedaan saldo adalah melakukan
identifikasi penyeban timbulnya perbedaan saldo kas. Secara umum yang dapat
menyebabkan perbedaan saldo kas menurut perusahaan dengan saldo menurut
rekening koran serta pengaruhnya terhadap saldo sebelum rekonsiliasi sebagai
berikut :
Mempengaruhi saldo perusahaan :
a. Menambah saldo perusahaan :
b. Mengurangi saldo perusahaan :
Mempengaruhi saldo bank :
a. Menambah saldo bank :
b. Mengurangi saldo bank :
Contoh 2 :
Ilustrasi penyusunan rekonsiliasi bank, yang dibuat oleh PT. Lintang Jaya, dengan transaksi sebagai berikut :
Pada tanggal 31 Mei 2007 saldo kas
bank menurut catatan PT. Lintang Jaya menunjukan jumlah sebesar
Rp 105.500.000,00. Saldo menurut rekening koran yang diterima dari bank pada
tanggal tersebut menunjukan jumlah sebesar Rp 127.000.000,00.
Setelah diadakan penelitian, perbedaan tersebut disebabkan hal-hal sebagai berikut :
ILUSTRASI PENYUSUNAN
REKONSILIASI
PT "LINTANG JAYA" |
BAB III
PENUTUP
Setelah
mempelajari modul ini (Kompetensi mengelola administrasi dana kas kecil) kita dapat mampu
menguasai dan kompeten di bidang:
1)
Prosedur
pengelolaan dana kas kecil
2)
Mengidentifikasi
Dokumen
3)
Mencatat Dana Kas Kecil
dengan metode Dana Tetap dan Metode dana tidak tetap.
4)
Menyusun
Buku kas Kecil
5)
Menyusun
Laporan Mutasi dana kas kecil


Tidak ada komentar:
Posting Komentar