Dampak Mengerikan Hubungan Seks diluar Pernikahan
Ini Bahayanya Jika Berhubungan Seks di Luar NikahPergaulan diikuti dengan makin banyaknya remaja yang terjebak melakukan hubungan seks di luar pernikahan yang sudah dalam  tahap yang memprihatinkan, namun yang harus lebih diperhatikan adalah banyaknya remaja yang tidak memahami dampak mengerikan dari seks bebas tersebut. Dampak mental tentu saja menjadi pengaruh pertama yang dirasakan pelaku hubungan seks di luar pernikahan, rasa minder di hadapan teman dan orang sekitar bercampur dengan perasaan bersalah.

Resiko lain dari hubungan seks di luar pernikahan adalah terkena penyakit kelamin seperti syphilis, HIV aids, dan kehamilan di luar pernikahan. Secara fisik tindakan aborsi memberikan dampak jangka  pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis dan yang paling mengerikan adalah terjadinya kematian terhadap wanita yang melakukan aborsi. Sedangkan dampak jangka panjang aborsi adalah mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas. Di amerika lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan karena komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman.
Untuk perempuan dibawah usia 17 tahun yang pernah melakukan hubungan seks bebas akan beresiko tinggi terkena kanker serviks, beresiko tertular penyakit kelamin dan HIV-AIDS yang bisa menyebabkan kemandulan bahkan kematian. erjadinya KTD (kehamilan yang tidak diinginkan) hingga tindakan aborsi yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan, kanker rahim, cacat permanen bahkan berujung pada kematian.
Dampak Psikologis Sex Bebas yang seringkali terlupakan ketika melakukan free sex adalah akan selalu muncul rasa bersalah, marah, sedih, menyesal, malu, kesepian, tidak punya bantuan, binggung, stress, benci pada diri sendiri, benci pada orang yang terlibat, takut tidak jelas, insomnia (sulit tidur), kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan konsentrasi, depresi, berduka, tidak bisa memaafkan diri sendiri, takut akan hukuman tuhan, mimpi buruk, merasa hampa, halusinasi, sulit mempertahankan hubungan.


Penyebab
Adapun penyebab dari hubungan seks diluar nikah adalah kurangnya perhatian orang tua, pengaruh alkohol, bacaan remaja yang bermuatan seks, perilaku lesbianisme pada remaja meningkat dan akibat teknologi telekomunikasi.
Tips mencegah hubungan seks di luar nikah
Membekali remaja putri Anda dengan pengetahuan mengenai seks bebas tentu bisa menjadi dasar agar tidak terjerumus dalam hubungan seks di luar nikah. Adapun tips lanjutan yang bisa anda pilih adalah :
  • Memberikan pengetahuan seks diluar nikah memberikan pengaruh buruk terhadap mental dan organ reproduksi khususnya wanita.
  • Memberitahukan bahwa remaja yang menjadi ibu muda mempunyai emosional dan psikologis yang belum matang untuk membesarkan seorang bayi.
  • Berikan Perhatian terhadap anak remaja anda. Dukung dan fasilitasi hobi mereka yang positif, agar tidak banyak waktu terbuang untuk memikirkan masalah seks.
  • Sebuah penelitian didapatkan anak perempuan yang dilahirkan dan dibesarkan dari orangtua yang mengalami kehamilan di luar nikah, juga akan mengalami hal serupa saat mereka remaja. Maka anda harus lebih menjaga anak-anak anda.

Ini Bahayanya Jika Berhubungan Seks di Luar Nikah


Ini Bahayanya Jika Berhubungan Seks di Luar Nikah
ilustrasi 
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, wanita yang pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah, cenderung lebih mudah mengalami perceraian setelah menikah.
Dilansir Eberita.org, penelitian itu dilakukan kepada 50 wanita yang sudah menikah atau telah beberapa kali menikah di kehidupan mereka
Hasilnya 31 dari mereka yang kehilangan perawan saat remaja dan menikah mengaku telah bercerai setelah menjalani lima tahun pernikahan.
Sementara itu, ada beberapa dampak mengerikan melakukan hubungan seksual sebelum menikah.
1. Kanker mulut rahim.
Wanita yang berusia di bawah 20 tahun bentuk rahimnya masih belum sempurna sepenuhnya terbentuk.
Hal memudahkan virus HPV yang menyebabkan kanker mulut rahim (serviks) diperkirakan akan terungkap paling lewat 15 tahun kemudian.
2.Susah mendapat keturunan
Kehamilan akibat dari seks pranikah, sebenarnya sangat merugikan wanita, bukan hanya harga diri, juga pada rahim Anda sendiri.
Aborsi, berarti dicabut paksa janin keluar dari rahim.
Tindakan aborsi lebih cenderung kepada kerusakan rahim.
Jika kerusakan terlalu parah, akan membuat Anda sulit untuk hamil seperti semula. Ibarat mencabut pohon sampai ke akar, ia akan membawa tanah tempat ia tumbuh.
3.Menyebabkan kecanduan
Jika ditanya kepada mereka yang sudah menikah, hubungan intim merupakan satu hal yang sangat luar biasa. Mereka pasti selalu inginkan lagi satu sama lain. Bagaimana bagi mereka yang belum menikah?
Pada awalnya hanya niat untuk mencoba, tapi lama kelamaan hilang rasa malu, dan menjadi satu kegiatan yang selalu ingin dilakukan.
4.Dihantui rasa bersalah
Dihantui Rasa Bersalah Jika sesorang melakukan hubungan seks sebelum menikah, biasanya mereka akan dihantui rasa bersalah.
Takut mendapat dosa. Malu karena telah melukai kepercayaan orang tua.
Hal yang paling menakutkan adalah bila calon suami lari meninggalkan Anda jika tahu bahwa Anda tidak perawan lagi.
Pergaulan diikuti dengan makin banyaknya remaja yang terjebak melakukan Hubungan Seks di Luar Pernikahan yang sudah dalam  tahap yang memprihatinkan. Namun yang harus lebih diperhatikan adalah banyaknya remaja yang tak memahami Dampak Mengerikan dari seks bebas tersebut. Dampak Mental tentu saja menjadi pengaruh pertama yang dirasakan pelaku Hubungan Seks di Luar Pernikahan. Rasa minder di hadapan teman dan orang sekitar bercampur dengan perasaan bersalah.

Resiko lain dari Hubungan Seks di Luar Pernikahan adalah terkena Penyakit Kelamin seperti syphilis, HIV aids, dan kehamilan di luar pernikahan. Secara fisik tindakan aborsi memberikan dampak jangka  pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis dan yang paling mengerikan adalah terjadinya kematian terhadap wanita yang melakukan aborsi. Sedangkan Dampak jangka panjang aborsi adalah mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas. Di amerika lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan karena komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman.
Beberapa kejadian Dampak Mengerikan Hubungan Seks di Luar Pernikahan, selain kehamilan adalah kebalikannya, yaitu sulit untuk mempunyai anak, karena adanya penyakit di dalam Organ Reproduksi Remaja tersebut. Hubungan Seks di Luar Pernikahan meningkatkan resiko keputihan pada wanita. Penyakit keputihan ini akan mempersulit pembuahan sperma ke sel telur. Karena apabila sperma terkena bakteri penyebab keputihan, akan langsung mati.

Penyebab Hubungan Seks di Luar Pernikahan

Adapun penyebab dari Hubungan Seks diluar nikah adalah Kurangnya perhatian orang tua, Pengaruh Alkohol, bacaan remaja yang bermuatan seks, Perilaku Lesbianisme pada Remaja Meningkat dan akibat Teknologi Telekomunikasi.

Tips Mencegah Hubungan Seks di Luar Nikah

Membekali remaja putri Anda dengan pengetahuan mengenai seks bebas tentu bisa menjadi dasar agar tidak terjerumus dalam Hubungan Seks di Luar Nikah. Adapun Tips lanjutan yang bisa anda pilih adalah:
  • Memberikan pengetahuan seks diluar nikah memberikan pengaruh buruk terhadap mental dan organ reproduksi khususnya wanita.
  • Memberitahukan bahwa remaja yang menjadi ibu muda mempunyai emosional dan psikologis yang belum matang untuk membesarkan seorang bayi.
  • Berikan Perhatian terhadap anak remaja anda. Dukung dan fasilitasi hobi mereka yang positif, agar tidak banyak waktu terbuang untuk memikirkan masalah seks. 
  • Sebuah penelitian didapatkan anak perempuan yang dilahirkan dan dibesarkan dari orangtua yang mengalami kehamilan di luar nikah, juga akan mengalami hal serupa saat mereka remaja. Maka anda harus lebih menjaga anak-anak anda.

Ringkasan:
  • Hubungan Seks diluar nikah hanya memberikan pengaruh buruk bagi pelakunya,
  • Penyakit Organ reproduksi akan meningkat terhadap pelaku Seks diluar Pernikahan,
  • Melakukan Pengawasan terhadap anak remaja menjadi salah satu upaya pencegahan Hubungan Seks diluar Pernikahan.







sejarah dan asal usul HIV AIDS

KASUS HIV/AIDS ’PERTAMA’
Kejadian ini berawal pada musim panas di Amerika Serikat tahun 1981, ketika itu untuk pertama kalinya oleh Centers for Disease Control and Prevention dilaporkan bahwa ditemukannya suatu peristiwa yang tidak dapat dijelaskan sebelumnya dimana ditemukan penyakit Pneumocystis Carinii Pneumonia (infeksi paru-paru yang mematikan) yang mengenai 5 orang homosexual di Los Angeles, kemudian berlanjut ditemukannnya ’penyakit’ Sarkoma Kaposi yang menyerang sejumlah 26 orang homosexsual di New York dan Los Angeles. Beberapa bulan kemudian penyakit tersebut ditemukan pada pengguna narkoba suntik, segera hal itu juga menimpa para penerima transfusi darah.

Sesuai perkembangan pola epidemiologi penyakit ini, semakin jelaslah bahwa penyebab proses penularan yang paling sering adalah melalui kontak sexual, darah dan produk darah serta cairan tubuh lainnya.

Pada tahun 1983, ditemukan virus HIV pada penderita dan selanjutnya pada tahun 1984 HIV dinyatakan sebagai faktor penyebab terjadinya Aquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS).

ASAL-USUL VIRUS HIV
Penemuan kasus AIDS untuk pertama kalinya di Amerika Serikat pada tahun 1981, ternyata hanya sedikit memberi informasi tentang sumber penyakit ini. Sekarang sudah terbukti bahwa AIDS disebabkan oleh virus yang dikenal dengan HIV. Jadi untuk menemukan sumber AIDS kita perlu mencari asal-usul HIV.

HIV adalah bagian dari keluarga atau kelompok lentivirus. Lentivirus seperti HIV dapat ditemukan dalam lingkup luas primata non-manusia. Lentivirus yang lain, diketahui secara kolektif sebagai virus monyet yang dikenal dengan SIV (Simian Immunodeficiency Virus). Dan sekarang secara umum diterima bahwa HIV merupakan keturunan SIV.

Bagaimana HIV dapat menyeberang dari hewan ke manusia?
Telah lama diketahui secara pasti bahwa virus tertentu dapat menyeberang dari hewan kepada manusia dan proses ini dikenal dengan zoonosis. Bagaimana proses SIV menjadi HIV pada manusia?

(1) Teori Pemburu, merupakan teori yang paling banyak dianut. Di dalam teori ini dijelaskan bahwa, SIVcpz dapat berpindah ke manusia, ketika seseorang berburu simpanse kemudian membunuh serta memakan dagingnya. Terkadang virus yang masuk bisa tetap sebagai SIV, atau dalam suatu kesempatan akan berubah menjadi HIV.

(2) Teori Vaksin Polio, merupakan teori lain yang mengatakan bahwa HIV dapat berpindah secara tidak sengaja karena kealpaan pihak medis, misalnya melalui percobaan medis. Teori ini disebarluaskan secara baik dimana vaksin polio yang memainkan peranan dalam perpindahan ini, karena vaksin tersebut dibuat dengan menggunakan ginjal monyet.

(3) Teori Kontaminasi Jarum Suntik, merupakan lanjutan dari “Teori Pemburu”, dimana pada tahun 1950 sudah digalakkan untuk memakai jarum suntik yang hanya sekali pakai serta menerapkan penataan untuk mensterilkan peralatan medis, tetapi ini memakan banyak anggaran sehingga terkadang, satu jarum digunakan untuk beberapa orang tanpa disterilkan terlebih dahulu. Hal tersebut akan mempercepat terkontaminasinya dengan berbagai macam infeksi.

(4) Teori Penjajahan, dasar pemikiran teori ini mengacu pada teori pemburu. Pada akhir abad XIX hingga awal abad XX, sebagian besar negara Afrika mengalami penjajahan. Seperti layaknya warga yang terjajah, rakyat Afrika diwajibkan mengikuti kerja paksa, mereka ditempatkan dalam satu camp dimana sanitasinya sangat buruk, kerja fisik diluar batas serta kebutuhan makanan tidak terjamin bahkan tidak menutup kemungkinan mereka mendapatkan lauk berupa simpanse yang sedang mengidap SIV.

(5) Teori Konspirasi. Beberapa orang mengatakan bahwa virus HIV adalah rekayasa manusia. Dari survey yang dilakukan di Amerika Serikat, didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden berkulit hitam mempercayai bahwa virus HIV memang diciptakan untuk memusnahkan sebagian besar orang berkulit hitam serta para homoseksual. Beberapa bahkan meyakini bahwa virus HIV disebarkan di seluruh dunia melalui program imunisasi campak maupun melalui uji coba program vaksinasi Hepatitis B kepada kaum homosexsual.

Sejauh ini, masih belum ada satu teoripun yang mampu menjelaskan dengan memuaskan bagaimana SIV pada binatang bisa menyeberang menjadi HIV pada manusia.

Kapan perpindahan itu terjadi?
Perkembangan dunia kedokteran sejauh ini membuat kita mampu untuk mendeteksi HIV pada darah atau cairan tubuh lainnya, bahkan kita juga sudah mampu menentukan subtype virus HIV. Penelitian terhadap subtype virus HIV pada kasus-kasus awal dapat memberi petunjuk dalam menentukan kapan HIV pertama kali menyerang manusia dan perkembangan berikutnya.

Ada tiga kejadian yang dianggap sebagai infeksi HIV paling awal, yaitu:

1. Contoh plasma (cairan darah) yang diambil dari seorang pria dewasa yang hidup di Republik Demokratik Kongo tahun1959.

2. HIV ditemukan pada contoh jaringan tubuh dari seorang pemuda Amerika–Afrika yang meninggal dunia di St.Louis, AS, tahun 1969.

3. HIV ditemukan pada contoh jaringan tubuh dari seorang pelaut Norwegia yang meninggal dunia sekitar tahun1976.

Analisis yang dilakukan pada tahun 1998 tentang contoh plasma dari 1959 mengesankan bahwa HIV-1 memasuki manusia sekitar 1940-an atau awal 1950-an, lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.


Dimana virus HIV pertama kali muncul pada manusia?
Karena HIV berkembang dari satu jenis SIV yang ditemukan pada tipe simpanse di Afrika Barat, banyak orang menganggap bahwa HIV pertama muncul pada manusia di sana. Kemudian dianggap bahwa HIV menyebar dari Afrika ke seluruh dunia.

Kita mungkin tidak akan pernah tahu secara pasti kapan dan dimana virus HIV muncul pertama kali, tetapi yang jelas pada suatu waktu di pertengahan abad 20-an ini, infeksi HIV pada manusia berkembang menjadi epidemi penyakit di seluruh dunia yang saat ini lebih dikenal sebagai AIDS.



Apa penyebab epidemi ini menyebar secara tiba-tiba?
Dipercayai ada 3 proses yang mempermudah penularan sehingga menyebabkan penyebaran secara luas :

Kemudahan transportasi, memegang peranan dalam penyebaran HIV disorot pada kasus yang sekarang dikenal sebagai ’Patient Zero’. Patient Zero adalah seorang pramugara pesawat terbang berkebangsaan Kanada dan bernama Gaetan Dugas yang sering mengadakan perjalanan ke seluruh dunia. Analisis terhadap beberapa kasus AIDS awal menunjukkan bahwa orang terinfeksi tersebut adalah orang yang berhubungan seksual baik langsung maupun tidak langsung dengan pramugara ini. Untuk lebih jelasnya bisa menonton film ”and the band played on”.

Industri darah. Ketika transfusi darah menjadi bagian yang rutin dalam praktek kedokteran, permintaan kebutuhan akan darah juga semakin meningkat. Di beberapa negara seperti Amerika, mereka yang bersedia menyumbangkan darahnya akan dibayar, termasuk pengguna narkoba suntik. Pada awal epidemi, para dokter belum menyadari akan mudahnya virus ini menyebar melalui donor darah tanpa screening sebelumnya. Akibatnya, banyak dari mereka yang mendapat transfusi dari seseorang yang terinfeksi HIV akan tertular HIV.

Penggunaan Narkoba. Meningkatnya ketersediaan heroin seiring dengan perang Vietnam tahun 1970-an, mendorong pertumbuhan penggunaan narkoba suntik. Bersamaan dengan hal tersebut, untuk menghemat biaya, pemakaian alat suntik oleh para pecandu dilakukan secara bersama-sama, satu jarum dipakai oleh banyak pecandu tanpa disterilkan terlebih dahulu. Ini merupakan jalan lain virus HIV berpindah dari pengidap yang satu ke pengidap lainnya.


KENYATAAN DI NEGARA KITA
Rupaya era globalisasi saat ini menyebabkan dunia tampak semakin kecil, negara tidak mempunyai batas-batas lagi. Perpindahan penduduk menjadi begitu mudah, demikian juga dengan HIV, bisa berpindah dari satu negara ke negara lainnya dengan leluasa hingga akhirnya sampai ke Indonesia. Kasus HIV/AIDS pertama di Indonesia diidentifikasi di Bali pada seorang laki-laki asing yang kemudian meninggal pada April 1987. Akan tetapi, penyebaran HIV di Indonesia meningkat setelah tahun 1995. Hal ini dapat dilihat pada tes penapisan (screening) darah donor yang positif HIV meningkat dari 3 per 100.000 kantong pada 1994 menjadi 16 per 100.000 kantong pada tahun 2000. Peningkatan 5 kali lebih tinggi dalam waktu 6 tahun.

Pada tahun 2000 terjadi peningkatan penyebaran epidemi HIV secara nyata melalui pekerja seks. Data dari Tanjung Balai Karimui Merauke, Propinsi Irian Jaya prevalensi HIV pada pekerja seks amat tinggi yaitu 26,5% sedangkan di Propinsi Jawa Barat 5,5% dan di DKI Jakarta 3,36%.

Sejak tahun 1999 terjadi fenomena baru penyebaran HIV/AIDS yaitu infeksi HIV mulai terlihat pada para pengguna Narkoba suntik. Penularan pada kelompok ini terjadi secara cepat karena penggunaan jarum suntik bersama. Sebagai contoh, pada tahun 1999 hanya 18% pengguna narkoba suntik yang dirawat di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta yang terinfeksi HIV. Akan tetapi pada tahun 2000 angka tersebut meningkat dengan cepat menjadi 40% dan pada tahun 2001 menjadi 48%.

Fakta baru pada 2002 menunjukkan bahwa penularan infeksi HIV juga telah meluas ke rumah tangga. Di beberapa wilayah di Jakarta dilaporkan bahwa sekitar 3% dari 500 ibu hamil yang dites secara sukarela dalam kegiatan VCT (Voluntary Counseling and Testing) sudah terinfeksi HIV.

Jadi, semua jenis penularan HIV ada di negara kita dan sudah mengenai siapa saja bahkan hingga ke ibu rumah tangga dan bayi yang dikandungnya.



Sejarah HIV/AIDS di Dunia dan Indonesia


Dari waktu ke waktu nama HIV/AIDS semakin terkenal. Terkenalnya nama itu tidak disertai dengan pengetahuan yang benar tentang nama tersebut. HIV dan AIDS sering disama artikan. Padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Virus HIV (Human Imunodeficiency Virus) merupakan penyebab penyakit yang sangat mematikan dan dikenal dengan nama AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan penyakit infeksi yang menjadi masalah kesehatan global yang tiada habisnya dari tahun ke-tahun dan tersebar hampir di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.
Image
HIV/AIDS merupakan penyakit yang memiliki sejarah hidup. Sejarah yang terus berkesinambungan sehingga merupakan rentang peristiwa yang panjang dari zaman dahulu hingga sekarang, dari tempat yang satu ke tempat yang lain.
Sejarah tentang HIV/AIDS dimulai ketika tahun 1979 di Amerika Serikat ditemukan seorang gay muda dengan Pneumocystis Carinii dan dua orang gay muda dengan Sarcoma Kaposi. Pada tahun 1981 ditemukan seorang gay muda dengan kerusakan sistem kekebalan tubuh.
Di Amerika Utara dan Inggris, epidemik pertama terjadi pada kelompok laki-laki homoseksual, selanjutnya pada saat ini epidemik terjadi juga pada pengguna obat dan pada populasi heteroseksual.
Di Indonesia, HIV pertama kali dilaporkan di Bali pada bulan April 1987, terjadi pada orang berkebangsaan Belanda. Sejak pertama kali ditemukan sampai dengan tahun 2011, kasus HIV/AIDS tersebar di 368 (73,9%) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Secara signifikan kasus HIV/AIDS terus meningkat.
Image
Kasus HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun terutama dari tahun 2009 ke tahun 2010 terjadi peningkatan yang cukup tajam. Hal ini disebabkan sudah semakin baiknya teknologi informasi sehingga pencatatan dan pelaporan kasus HIV/AIDS yang terjadi di masyarakat sudah semakin baik, serta kerjasama yang baik dari pemerintah dan masyarakat sehingga populasi komunitas yang berisiko dapat dijangkau dan diketahui. Kemudian di tahun 2011 terjadi sedikit penurunan kasus HIV/AIDS hal ini dapat disebabkan penderita yang sudah meninggal dunia dan efek dari diperkenalkan dan dijalankannya program CUP (Condom Use 100 Percent)
Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit paling mematikan dalam sejarah. Penyakit adalah bagian dari alam. Namun, kita harus melakukan yang terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit ini, dan untuk mendidik masyarakat tentang pencegahan penyakit yang sudah ada di sekitar kita. Tidak lupa untuk senantiasa membudayakan hidup sehat agar senantiasa terhindar dari penyakit.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INSTAGRAM FEED

@soratemplates