ALAM

Pengertian Alam

Alam mencakup segala materi hidup dan materi bukan hidup yang berada secara alami di bumi. Dalam pengertian yang paling murni, alam adalah lingkungan yang tanpa kegiatan manusia. Lawannya kata "alam" adalah "lingkungan terpadu".

Untuk sebagian orang, ada kesulitan terhadap istilah "alam" karena kebanyakan lingkungan alami memiliki pengaruh manusia pada satu waktu atau lainnya, baik secara langsung atau tidak. Untuk mengatasi masalah ini, sedikit banyak pengaruh manusia diizin tanpa menyebabkan sesuatu lansekap dikecualikan dari status "alami". Biasanyan, maksud istilah ini tergantung pada konteksnya lebih dari definisi yang ditentukan. Banyak lingkungan alam adalah hasil dari interaksi di antara alam dan manusia. Karena alasan ini, istilah "ekosistem" telah digunakan untuk menggambarkan lingkungan yang mengandung alam, termasuknya manusia. Berdasarkan hal ini, masalah lingkungan adalah masalah manusia atau sosial. Ada beberapa orang menganggap bahwa pemisahan "lingkungan" dari "manusia" sangat berbahaya. Ini merupakan pemahaman umum yang telah menjadi dasar environmentalisme, yakni pergerakan politik, sosial dan filsafat yang luas dan yang mendukung berbagai tindakan dan kebijakan untuk melindungi alam yang ditinggali, atau mengembalikan dan mengembangkan peran alam di lingkungan ini. Meskipun tanah gersang semakin jarang, alam liar (misalnya, hutan yang tidak terkendali, padang rumput yang tidak dikerjakan, flora dan fauna) dapat ditemukan di banyak tempat yang dahulu dihuni manusia.

Tujuan yang biasanya dinyatakan oleh Badan lingkungan hidup adalah
* Pengurangan dan pembersihan pencemaran buatan manusia dengan tujuan pencemaran nol pada masa depan;
* Pengurangan konsumsi bahan bakar yang tidak bisa baru dan pembangunan alternatif yang terdiri dari tumbuh-tumbuhan, bahan yang berkarbon rendah atau sumber energi yang dapat baru;
* Konservasi dan penggunaan sumber berkurang yang bisa tetap, seperti air, tanah dan udara;
* Perlindungan ekosistem wakilan, unik atau asli;
* Pemeliharaan dan pengembangan spesies terancam atau ekosistem dari kepunahan;
* Pembentukan cadangan alam dan biosfera di bawah berbagai jenis perlindungan; dan
* Pada paling umumnya, perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem yang ditegur oleh semua manusia dan makhluk hidup yang lain di bumi ini.

Baru-baru ini, ada rasa khawatir yang sungguh mendalam tentang perubahan iklim yang disebabkan oleh pelepasan antroprogenik gas rumah kaca, terutama karbon dioksida, dan interaksinya dengan petunjuk manusia dan alam. Usaha-usaha telah dikonsentrasikan terhadap pengurangan gas rumah tanaman yang menyebabkan perubahan iklim (yaitu, melalui "Konvensi Perubahan Iklim" dan "Protokol Kyoto") dan penciptaan strategi penyesuaian untuk membantu spesies, ekosistem, manusia, negara dan wilayah untuk beradaptasi dengan perubahan- perubahan iklim.



13 Penyebab Tanah Longsor dan Penanggulangannya
Ciri-ciri Akan Terjadi Bencana Longsor
  • Sehabis hujan, tampak retakan pada lereng
  • Kerikil berjatuhan, tebing terlihat kurang kokoh atau rapuh
  • Tiba-tiba timbul mata air baru
  • Genangan air saat musim hujan akan lenyap saat akan terjadi longsor
  • Pintu maupun jendela sukar terbuka
  • Pepohonan tampak miring
  • Halaman rumah atau dalam rumah yang mendadak ambles
Nah, berikut adalah penjelasan mengenai penyebab tanah longsor :
1. Tingginya curah hujan – Curah hujan yang tinggi adalah salah satu penyebab terjadinya bencana longsor. Ketika musim kemarau panjang, tanah akan kering dan membentuk pori-pori tanah (rongga tanah) dan selanjutnya terjadi keretakan pada tanah tersebut. Apabila hujan datang, otomatis air hujan akan masuk ke dalam rongga tanah atau pori-pori tanah yang terbuka tadi. Air hujan yang telah memenuhi rongga, menyebabkan terjadinya pergeseran tanah. Yang akhirnya mengakibatkan longsor dan erosi tanah.
2. Hancurnya bebatuan – Batu yang rentan longsor adalah bebatuan yang berada di lereng, dengan jenis batu yaitu sedimen kecil dan batuan endapan yang berasal dari gunung berapi. Biasanya batu di lereng itu sifatnya lapuk atau tidak memiliki kekuatan dan mudah hancur menjadi tanah, inilah pemicu terjadinya tanah longsor.
3. Tumpukan sampah – Sampah yang menumpuk tidak hanya menjadi penyebab banjir, akan tetapi juga tanah longsor. Ya, sampah sebagai pemicu longsor bila sampah tersebut telah menggunung ditambah dengan tekanan dari air hujan berintensitas tinggi.
4. Hutan gundul – Penebangan hutan secara liar yang mengakibatkan memberikan dampak akibat hutan gundul dapat berdampak pada terjadinya bencana longsor. Seperti kita tahu, pohon-pohon yang ada di lereng bukit atau pepohonan di hutan sekitar, akarnya bemanfaat untuk menyimpan air dan memperkuat struktur tanah. Sehingga tanah akan tetap kokoh dan tidak longsor.
5. Getaran – Getaran kecil yang disebabkan oleh lalu lintas kendaraan di sekitar lereng perbukitan, tidak secara langsung mengakibatkan tanah jadi longsor. Tetapi berproses, pertama jalanan di lereng bukit yang sering dilewati kendaraan perlahan akan mengalami keretakan yang jika dibiarkan, lama-lama akan longsor. Sementara getaran besar yang langsung menyebabkan tanah longsor antara lain diakibatkan oleh bahan peledak atau gempa bumi.
6. Erosi – Erosi merupakan pengikisan tanah. Penyebabnya bermacam-macam, salah satunya adalah aliran sungai yang terus mengikis tebing di sekelilingnya. Terlebih jika tebing itu tidak memiliki penahan berupa pepohonan, maka kemungkinan besar tanah pada tebing bisa longsor. (baca : cara mencegah erosi tanah)
7. Bendungan susut – Turunnya permukaan tanah dan timbulnya retakan diakibatkan oleh penyusutan muka air danau atau bendungan dengan cepat. Penyusutan ini berdampak pula pada hilangnya gaya penahan lereng.Waduk dengan kemiringan 220o berpotensi untuk longsor.
8. Lereng dan tebing yang terjal – Proses pembentukan lereng atau tebing terjal adalah lewatnya angin dan air di sekitar lereng yang berdampak pada pengikisan lereng tersebut. Waspada jika di sekitar tempat tinggal terdapat tebing atau lereng terjal, karena rawan tanah longsor. (baca : perbedaan dataran tinggi dan dataran rendah)
9. Menumpuknya material – Banyak warga yang ingin melakukan perluasan pemukiman dengan cara menimbun lembah atau memotong tebing. Tanah yang digunakan untuk menimbun lembah, belum benar-benar padat, jadi tatkala proses terjadinya hujan tiba-tiba mengguyur dapat menimbulkan retakan dan permukaan tanah yang turun.
10. Longsoran lama – Dalam memilih daerah tempat tinggal, hindari daerah yang pernah mengalami tanah longsor karena daerah tersebut rawan longsor kembali. Tanahnya rentan gugur apalagi bila ada tekanan dari angin, air, dan lainnya.
11. Kelebihan beban – Adanya beban yang terlampau berat akan memberi tekanan pada tanah, sehingga tanah mudah longsor. Contohnya adalah adanya rumah, pemukiman di lereng, kendaraan yang lalu lalang di tikungan lembah.
12. Tanah tak padat – Tanah yang tidak padat contohnya adalah tanah liat. Sifat tanah yang pecah ketika pada pembagian musim seperti musim kemarau atau kering melanda dan lembek saat terkena curah hujan tinggi menyebabkan rawan mengalami longsor. Tanah yang kurang lebih ketebalannya 2,5 meter akan longsor jika terdapat pada kemiringan atau sudut lereng 220o.
13. Ada lahan pertanian di lereng – Penataan lahan pertanian maupun perkebunan yang buruk akan berdampak pada timbulnya bencana longsor. Tanaman pertanian dan perkebunan memiliki akar yang kecil dan tidak cukup kokoh untuk menjaga struktur tanah tetap kuat. Pepohonan ditebang seenaknya untuk membuka lahan perkebunan dan pertanian tanpa mempertimbangkan efeknya. Pepohonan yang ditebang fungsinya memperkuat tanah dan akarnya mampu menyerap air, dan untuk menghindari penyebab pemanasan global sehingga ketika curah hujan tinggi, tidak akan terjadi bencana longsor maupun banjir.
sponsored links
Pencegahan Bencana Tanah Longsor
  1. Hindari membangun rumah di bawah atau dekat tebing
  2. Buat sengkedan atau terasering di lereng terjal kalau membentuk pemukiman di sana
  3. Hindari buka kolam atau perkebunan di lereng yang dekat dengan pemukiman warga
  4. Apabila terlihat ada retakan, segera tutup retakan tersebut dengan tanah yang kemudian dipadatkan supaya air hujan tidak bisa menerobos celah-celah tanah
  5. Hindari pemotongan tebing jadi tegak
  6. Penebangan pohon di sekitar lereng sebaiknya jangan dilakukan
  7. Pemukiman yang didirikan di tepian sungai, rentan terkena erosi. Jadi cari daerah lain yang lebih aman bila ingin mendirikan rumah
  8. Pembuatan saluran pembuangan air (SPA) yang otomatis bisa menjadi saluran penampungan air tanah (SPAT). Saat curah hujan tengah tinggi saluran menjadi SPA, tetapi ketika intensitas hujan rendah dapat berubah menjadi SPAT (baca : manfaat curah hujan yang tinggi)
  9. Menanam jenis tanaman keras dan ringan, memiliki perakaran dalam di wilayah curam
  10. Pengembangan usaha tani ramah longsor lahan, sebagai contoh menanam hijauan makanan ternak dengan cara panen pangkas.
Tindakan ketika tanah longsor terjadi
  1. Sigap melakukan penyelamatan dan memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat pada korban. Hal ini pun dilakuan agar korban bencana tidak bertambah banyak
  2. Melakukan rehabilitasi, memulihkan kondisi korban beserta sarana dn prasarana. Contohnya keadaan ekonomi dan sosial, termasuk sarana transportasi
  3. Pengkajian terhadap perkembangan tanah longsor dan cara pengendalian
  4. Bila bencana sudah susah untuk dikendalikan, maka harus menyiapkan relokasi para korban bencana longsor.
Jenis Tanaman Pengendali Longsor
Banyak jenis tanaman yang tidak kita ketahui untuk pengendali longsor yang dapat merugikan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Jenis tanamannya memang langka, namun memiliki banyak kandungan yang bisa menjadi pengendali longsor.
Berikut adalah jenis tanaman pengendali longsor :
1. Mahoni berdaun besar (Swietenia Macrophylla) – Pohon mahoni ini berfungsi sebagai penyaring udara dan dapat membuat polusi udara di lingkungan berkurang hingga 69%. Akar-akar pohon bisa menyimpan cadangan air. Buahnya dapat dimanfaatkan sebagai obat kolesterol, penyumbatan aliran darah, dan penangkal radikal bebas.
2. Rengas (Gluta Renghas) – Pohon rengas bisa mencapai ketinggian 50 meter dengan getah beracun sehingga bisa membuat kulit iritasi dan luka. Warna kulit batang merah kecokelatan, merah jingga, sampai cokelat abu-abu.
3. Jati (Tectona Grandis) – Pohon jati dapat menghasilkan kayu bermutu baik. Pohonnya mempunyai batang lurus dan tumbuh sampai 40 meter. Daunnya lebar dan besar, meranggas ketika musim kemarau.
4. Kesambi (Schleichera Oleosa) – Kesambi atau kosambi adalah pohon yang bisa tumbuh pada daerah yang kering. Dapat menghasilkan minyak. Kesambi berasal dari India.
5. Sono Kembang (Pterocarpus Indicus) – Sono kembang dapat tumbuh sangat besar di hutan rimba, sampai 40 meter. Batang bonggol dengan kulit kayu abu-abu cokelat.
6. Sono Keling (Dalbergia Sissoides) – Angsana atau sebutan lain sono keling dapat ditemui di hutan-hutan nusantara. Dengan persebaran paling banyak di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Banyak dipakai untuk perabotan rumah karena sifatnya yang kuat, indah, dan awet.
Pepohonan yang mempunyai akar tunggang dengan akar cabang sedikit, selain beberapa contoh di atas, ada pula yang lainnya. Diantaranya : Dalbergia Latifolia, Trengguli (Casia Fistula), Tayuman (Bauhinia Hirsula), As
am Jawa (Tamarindus Indicus), dan Pilang (Acacia Leucophloea).
















12 Manfaat Hutan Bagi Kehidupan Makhluk Hidup Bumi
Advertisement
Manfaat hutan bagi kehidupan bisa kita anggap sebagai “kebutuhan pokok” yang tidak ternilai harganya. Tahukah anda apa fungsi hutan bagi kelangsungan kehidupan umat manusia di dunia ini ? Ini sekilas seperti sebuah pertanyaan yang tak berguna. Tapi jika Anda mau memahami secara lebih mendalam, ternyata adanyan hutan di dunia ini membawa akibat yang tak sedikit bagi kelansungan hidup manusia di dunia ini.
Coba bayangkan andaikan hutan di dunia ini tak ada, maka dapat dipastikan bahwa dunia ini akan terasa sangat  panas. Persediaan air tawar juga akan cepat habis karena tak  adanya hutan sebagai daerah resapan. Banjir akan datang setiap ada musim hujan, sebab setiap tetes air hujan akan langsung mengalir menuju tempat yang lebih rendah ketinggiannya. Anda juga akan cepat merasa stres karena dunia ini tak ada yang  terisi dengan hijau daun yang dapat membuat tentram hati.
Yang pasti tingkat polusi pasti akan semakin meningkat, karena tak ada paru paru kota,  sehingga segala penyakit  yang bahkan sangat  ringan sekalipun ,yang berhubungan dengan saluran pernafasan , akan menjangkiti hampir semua masyarakat kota. Yang jelas tanpa adanya hutan, maka produksi oksigen akan berkurang banyak, sehingga untuk sekedar mendapatkan udara yang segar dan fresh akan terasa sangat sulit.
Inilah 5 manfaat hutan bagi umat manusia, seperti :
1. Hutan sebagai penyerap dan penyimpan karbon
Pohon dapat menyerap CO2 (Karbondioksida) serta mengubahnya menjadi kayu. Karbon yang terserap ini akan tetap terikat selama ratusan bahkan hingga ribuan tahun. Inilah bagian penting fungsi hutan dari sistem iklim bumi. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa pohon yang tumbuh subur  akan menjadi penyerap Karbondioksida dari permukaan atmosfir bumi serta menyimpannya di dalam daun, akar, dan tanah hutan.
2. Hutan menjadi gantungan hidup
Ribuan bahkan jutaan orang di seantero dunia hidup secara aktif di hutan. Hutan menjadi sumber penghidupan mereka yang menjadikan hutan sebagai lahan mata pencaharian mereka. Inilah beberapa contoh penggunaan hutan sebagai sumber mata pencaharian : Kayu kayu diubah dan diolah menjadi aneka model furniture untuk kepuasan manusia. Hutan juga merupakan berbagai sumber kehidupan. Kayu pinus yang diubah menjadi batang korek api. Berbagai flora hidup di hutan sebagai habitat asli mereka, yang sangat berperan dalam ekosistem manusia. Lebih dari 11 juta orang yang dipekerjakan dan bekerja dalam pengelolaan dan konversi hutan di seluruh jagad ini.
3. Memenuhi kebutuhan manusia
Berbagai hasil hutan digunakan sebagai bahan baku aneka produk kebutuhan manusia. Dari yang berhubungan secara langsung dengan kayu ( aneka model mebel , aneka kerajinan rotan dan kerajinan akar kayu, dll  ) hingga semua kebutuhan yang tak langsung berhubungan dengan kayu ( hasil madu lebah hutan, obat obatan yang berasal dari aneka daun daun herbal, makanan,dll )
4. Menjadi habitat alami untuk burung, serangga, hingga mamalia
Hutan secara langsung menjadi  rumah bagi hampir separo  spesies flora di antero dunia . Ditambah dengan aneka macam kekayaan hayati, maka makin lengkaplah fungsi hutan khususnya di daerah tropis sebagai pemilik hayati terkaya di dunia. Berbagai serangga dan cacing memiliki fungsi membantu siklus nutrisi tanah. Namun sungguh disayangkan kepunahan beberapa spesies langka mulai terjadi di berbagai belahan bumi ini. Sebutlah beberapa contoh hewan yang sudah hampir punah seperti gorila, orang utan, panda, harimau benggala, dll.
5. Pencegah Banjir
Hutan yang berada di dataran tinggi akan berfungsi sebagai daerah resapan air yang paling besar sekaligus sebagai pencegah terjadinya tanah longsor . Hutan di atasnya akan berfungsi sebagai penahan tanah agar tak mudah tergerus air. Sedang fungsi hutan di dataran rendah akan berfungsi sebagai penghambat air sehingga dapat mencegah banjir . Dapat mencegah terjadinya kerusakan tanah, bangunan dan properti. Hutan di dataran rendah juga dapat menjadi habitat yang sangat alami untuk aneka satwa liar.
6. Sumber Oksigen
Pohon dan tumbuhan merupakan penghasil oksigen, hutan merupakan sumber paling besar oksigen dan berperan penting menjaga stok oksigen di seluruh bumi.
7. Sumber cadangan air
Hutan melalui berbagai jenis pepohonan merupakan salah satu sumber cadangan yang melakukan peresapan air yang sangat besar. Tidak heran bahwa jika cadangan air sangat besar terdapat di dalam hutan.
8. Mencegah erosi dan tanah longsor
Hutan berfungsi untuk mencegah erosi dan tanah longsor, akar tumbuhan dan pohon yang terdapat dalam hutan merupakan bahan alami untuk mencegah longsor yang akan terjadi di berbagai daerah.
9. Tempat Wisata
Tidak sedikit yang memanfaatkan hutan sebagai tempat wisata edukasi atau masyarakat yang sangat bernilai tinggi. Hutan dapat dijadikan tempat wisata yang menyenangkan jika dikelola dengan baik.
10. Tempat riset & studi biologi
Di dalam hutan terdapat berbagai jenis satwa yang dapat dijadikan berbagai studi riset dan untuk keperluan studi lainnya. Hutan salah satu sumber studi yang sangat diminati oleh berbagai pakar ekosistem.
11. Mengatur Iklim
Iklim di bumi merupakan salah satunya dipengaruhi oleh fungsi hutan yang baik. Jika ada banyak hutan di suatu negara, dipastikan bahwa udara dalam negara tersebut sangat sejuk dan membawa iklim yang segar.
12. Sarana olahraga
Ada banyak jenis olahraga yang memanfaatkan hutan seperti hiking, berkemah, dan bersepeda. Tidak jarang pula berbagai jenis olahraga tersebut memanfaatkan hutan sebagai acara resmi.
Manfaat hutan memang tiada duanya, tanpa hutan maka kehidupan manusia akan punah dan mengalami kesulitan yang cukup banyak. Menjaga hutan agar tetap lestari adalah berbagai program pemerintah seluruh dunia.


9. Wabah 

Wabah adalah suatu istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang, maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut. Wabah dipelajari dalam epidemiologi.

Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani epi berarti pada dan demos berarti rakyat adalah penyakit yang timbul sebagai kasus baru pada suatu populasi tertentu manusia, dalam satu periode waktu tertentu, dengan laju yang melampaui laju "ekspektasi" (dugaan), yang didasarkan pada pengalamn yang mutakhir.

Dengan kata lain epidemi adalah wabah yang terjadi lebih cepat daripada yang diduga. Jumlah kasus baru penyakit di dalam suatu populasi dalam periode tertentu disebut incidence rate = "laju timbulnya penyakit".

10. Pemanasan Global/Global Warming




Global warming atau pemanasan global adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata atmosfer bumi, laut dan daratan bumi. Pemanasan global terjadi karena disebabkan oleh efek rumah kaca, efek timbal balik, variasi matahari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INSTAGRAM FEED

@soratemplates